Assalamualaikum Budak Cinta
Ketika seorang manusia memendam cinta kepada orang yang dicintanya selama bertahun tahun lamanya. Ia Sabar atas segala macam hal yang dihadapinya . Namun ketika dia cinta Allah kenapa kesabarannnya tidak mencapai rasa sabar atas cintanya terhadap manusia?.
Andai kata antum baru saja 2 tahun hijrah , nggak kuat, lelah, sakit hati, dan bla bla bla…, segampang itu menyerah, seakan seorang insan yang lupa akan visi misi ia dihadirkan. seperti orang yang tuli kisah juang para perintis islam. yang rela berdarah darah dalam memperjuangkannya. yang rela menggantungkan kepalanya untuk menegakkannya, yang rela tertebas untuk mempertahankannya. kini, dimana kisah mereka anda kenang? atau mereka hanya kau anggap sebagai dongeng lintasan lantas terlupakan? yang terkubur bersama jasad syahidnya.?
wahai syuhada...!!!!!
bangkitlah dari maqommu, lihatlah!!! lihatlah hasil perih cucuran darahmu!!
mereka yang kau perjuangkan, lihatlah!!
Apa kabar islam jika muslimnya mengironiskan.
Bagaimana bisa memanggil untuk menyeru islam, ber amar ma'ruf nahi munkar, bila panggilan untuk sholat lima waktu saja dispelekan dengan chatt dari someone.
bagaimana bisa bersemangat membebaskan islam dari jajahan bobrok targetan kaum yahudi, sementara diri sendiri masih terjajah oleh hawa nafsu cinta yang belum saatnya, yang malah menjadi penikmat produk produk penampar taqwa.
jelas, kami tuli kisah juang para peminang surga yang memaharkan darahnya. bahkan tuli akan jerit tangisnya. karena yang kami dengarkan adalah music romance yang melenakan dan melayangkan bayangan sang pujaan,dan jelas kami lupa bahkan tidak tahu tapak jejak kisah perjalanan mereka yang mulia, karna tontonan kami kisah cinta remaja drama korea.
Pantaskah?
padahal ketika memperjuangkan seorang manusia, begitu tegaknya menyipak segala hal yang dihadapinya, namun ketika berjuang untuk agama allah, dalam jihad, menegakkan kebenaran? Auto berjongkok dan menyerah.
kawan, udahan ya bucinnya..... cinta memang fitrah, dan hal yang lumrah melanda kaum pemudi dan pemuda, namun islam membutuhkan sosok sosok kalian untuk mengambil peran meneruskan para pejuang pejuangnya..

Tulisannya bagus, maasyaaAllah, hanya saja kesimpulannya kayaknya kurang, Kak Farah. Lanjutkan semangat menulisnya. Hamasah.. :)
BalasHapus